Selasa, 25 Maret 2014

Imunisasi Pentavalen

Imunisasi Pentavalen telah diakui sebagai upaya pencegahan penyakit yang paling efektif dan berdampak terhadap peningkatan kesehatan masyarakat. Sehubungan dengan itu maka kebutuhan akan vaksin makin meningkat seiring dengan keinginan duia untuk mencegah berbagai penyakit yang dapat menimbulkan kecatatan dan kematian. Peningkatan kebutuhan vaksin telah ditunjang pula oleh upaya perbaikan produksi vaksin dengan meningkatkan efektifitas dan keamanan vaksin.
WHO (Global Immunization Data) tahun 2010 menyebutkan 1.5 juta anak meninggal karena penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi dan hampir 17% kematian pada anak    < 5 tahun dapat dicegah dengan imunisasi. Berdasarkan hasil Riskesdas Tahun 2007, pneumoni merupakan penyebab kematian no. 2 di Indonesia, 1/3 etiologi pneumoni disebabkan karena Hib. Meningitis merupakan radang selaput otak dan Hib merupakan penyebab utama meningitis pada bayi usia ≤ 1 tahun, jika penyakit ini tidak diobati 90% kasus akan mengalami kematian dan jika disertai pengobatan adekuat 9-20 % kasus akan mengalami kematian.

Saat ini, cakupan imunisasi dasar di Indonesia telah mencapai 87% dimana pencapaian cakupan yang lebih besar masih terkendala oleh kondisi geografis Indonesia yang sangat luas. Sebelum disatukan dalam vaksin pentavalen, vaksin DPT, Hib dan hepatitis B, masing-masing diberikan empat kali sehingga bayi menerima suntikan 12 kali. Tindaklanjut nyata rekomendasi tersebut adalah terbitnya Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 23/Menkes/SK/I/2013 tentang Pemberian Imunisasi Difteri Pertusis Tetanus/ Hepatitis B/Haemophilus Influenza type B atau bisa disebut dengan Pentavalen.Pemberian vaksin baru ini diharapkan akan mempermudah pemberian vaksin sehingga perlindungan terhadap penyakit menular pada bayi akan meningkat.
Jadwal pemberian imunisasi pentavalen pada dasarnya sama dengan jadwal pemberian imunisasi LIL yaitu:
Umur
Jenis Vaksin
Keterangan
0-7 hari
HB- 0/ Uniject
0,5 ml intra muscular
1 bulan
BCG
Polio 1
Intracutan 0,05 ml
2 tetes per oral
2 bulan
DPT- HB- Hib
Polio 2
0,5 ml intramuscular
2 tetes per oral
3 bulan
DPT- HB- Hib
Polio 3
0,5 ml intramuscular
2 tetes per oral
4 bulan
DPT- HB- Hib
Polio 4
0,5 ml intramuscular
2 tetes per oral
9 bulan
Campak
0,5 ml subcutan
18 bulan
DPT- HB- Hib (Booster)
0,5 ml intramuscular
24 bulan
Campak (Booster )
0,5 ml intramuscular

Jika umur bayi belum ada 18 bulan maka tunggu bayi berumur 18 bulan dan berikan imunisasi DPT-HB- Hib. Atau jika umur bayi sudah melewati jadwal yang ditentukan maka pemberian imunisasi bisa langsung diberikan kapan saja cukup dengan pemberian imunisasi Hib saja.
            (Menkes, 2013 )

Pemberian vaksin pentavalen tersebut akan dimulai dalam Pekan Imunisasi Nasional di empat provinsi, yakni Jawa Barat, Bali, Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat. Vaksin pentavalen berupa cairan dan diberikan dalam bentuk suntikanintramuskuler. Vaksin pentavalent diperuntukkan bagi bayi berusia dua bulan dan diberikan tiga dosis sehingga bayi hanya disuntik tiga kali dengan interval waktu minimal satu bulan.Untuk bayi yang sudah lengkap mendapat imunisasi dasar kecuali vaksin Hib, maka bisa menunggu 1,5 tahun sebelum ditambahkan vaksin Hib.Yang sekarang digabung menjadi Imunisasi Pentavalen


Tidak ada komentar:

Posting Komentar